Mungkin orang akan menganggap ini nekat atau apa lah. Main jeram menggunakan perahu karet saja sudah cukup menggenjot adrenalin, apalagi ini menggunakan SUP Board dan berdiri pula.

Yap, normalnya main SUP itu di perairan tenang atau berombak, seperti di danau atau laut. Tapi tidak ada salahnya yang ingin memacu adrenalin coba main di sungai dengan arus deras atau berjeram, tapi tetap utamakan keselamatan. 

Sensasi main SUP di jeram itu sebenarnya tidak bisa diceritakan, tapi harus dicoba. Berbeda 180° dengan main di air tenang. Selain berusaha untuk bisa tetap berdiri saat melewati obstacle, kita juga dituntut untuk bisa mengambil keputusan dengan cepat, untuk memilih jalur yang akan kita lewati. 

Jenis board yang digunakan untuk river SUP sebenarnya tidak berbeda dengan yang digunakan di danau atau laut. Hanya dimensinya saja. Untuk river SUP dimesi cenderung lebih pendek dan agak lebar,  panjang sekitar 10″ lebar 32′. Kenapa tidak panjang 12’6″ atau 14″? Karena jika terlalu panjang akan menyulitkan untuk bermanuver. Di river SUP kita dituntut untuk tuk bisa lincah bermanuver, paddle/dayung cenderung digunakan untuk mengarahkan board, ambil jalur kanan atau kiri. 

Penggunaan Fin pun berbeda. River sup cenderung menggunakan Fin kecil tapi dengan jumlah mulai dari 2 buah, hingga 6 buah sekaligus. Penggunaan fin kecil untuk meminimalisir fin terantuk batu, karena di sungai tidak seluruhnya dalam, ada beberapa titik yang dangkal.

Beberapa kali saya main river sup, mulai dari yang arusnya tenang hingga yang cukup deras, ya grade 2 lah. Diantaranya, Kali Pesanggrahan Depok, Sungai Cianten Bogor, dan Sungai Cisadane Ciseeng. Tiap sungai pun memiliki karakternya masing-masing. 

Keseruan lainnya main di sungai adalah, kita bisa menemukan pemandangan indah yang jarang kita lihat. Seperti gua dipinggir sungai. Terbentuk akibat dari benturan air secara terus menerus ke tebing pinggir sungai. 

SUP board yang saya gunakan untuk river SUP adalah itiwit 10″, dengan panjang 10″ lebar 32′. Agar lebih mumpuni di sungai, saya melakukan beberapa modifikasi  dengan menambahkan fin kecil dua buah, yang dipasang permanen. 

Karena kegiatan river SUP cukup ekstrim, ada beberapa peralatan safety yang harus digunakan atau dibawa. Diantaranya helm, life vest, pelindung lutut, leash paddle, tali lempar dan sepatu sneakers. Untuk jeram grade 3 keatas peralatan safety harus lebih memadai, seperti helm fullface (helm sepeda downhill) dan body protector. 

Penggunan leash paddle diperlukan agar saat kita tercebur, tidak perlu terus memegang dayung, tapi bisa fokus untuk meraih board dan naik keatas board. Jika tidak menggunakan leash paddle, saat kecebur fokus kita akan terpecah, menyelamatkan paddle dan menyelamatkan diri. Karena kalau paddle dilepas, paddle bisa terbawa arus dan hilang. 

Begitupun dengan penggunaan sepatu sneakers. Diharuskan karena untuk melindungi kaki keseluruhan dari terantuk batu, berbeda dengan sepatu air yang cenderung lebih tipis. Karena main river sup tidak semua titiknya itu dalam, ada juga yang dangkal. Begitu juga penggunaan pelindung lutut. 

Oiya, untuk pemasangan leash board pun berbeda saat main di arus tenang,  tidak dipasangkan di kaki, tapi dipinggang. Pemasangan pun tidak asal nempel, harus kuat dan gampang untuk dilepas jika terjadi sesuatu yang darurat. Leash board yang digunakan model spiral, bukan yang model lurus, jika menggunakan yang lurus, ketika kita tercebur leash beresiko tersangkut di batu. 

Sebenernya river SUP dengan arus deras di Indonesia sendiri belum populer, tapi cukup menantang untuk orang yang mencari tantangan lebih. Tapi tetap utamakan keselamatan jika ingin mencobanya, jangan hanya bermodal nekat untuk terlihat hebat. 

Bermain di alam bebas bukan untuk menaklukkannya, tapi untuk bersahabat dengan alam. Hormatilah alam. Penggunaan alat keselamatan yang memadai merupakan salah satu cara kita untuk menghormati alam.

Salam lestari

Fay 

IG @rifai_faykelana